Masa Depan Khilafatul Muslimin
Hal yang dipersolakan kemudian adalah nasib Khilafatul Muslimin pasca ditangkapnya pimpinan tertinggi mereka. Tidak dimungkiri, ada sikap optimis dengan ditangkapnya Abdul Qadir Bara, organisasi di bawah pimpinannnya itu juga akan terperangkap dalam kevakuman, atau setidaknya mengalami stagnasi pergerakan selama masa pimpinan mereka ditangkap.

Namun, Khilafatul Muslimin sudah tumbuh dalam negara ini selama kurang lebih 25 tahun sejak berdiri. Belum lagi usia dogmatik keagamaan yang sudah bersemayam dengan ide negara Islam dalam kepala mereka. Dalam rentang waktu tahunan itu, tentunya ada perkembangan pesat yang dibangun. Tidak terkecuali bagaimana relasi struktural yang dibentuk dari tingkat pusat hingga daerah.
Eksitensi Khilafatul Muslimin akan terus hidup—bagaimanapun bentuknya nanti—meski dengan ditangkapnya pimpinan mereka sekalipun. Karena Khilafatul Muslimin hanya wadah formal semata yang mengikat secara struktural, sedangkan misi kekhalifahan tidak akan hilang karena spirit khilafah itu dibangun di atas keyakinan ijtihad dan janji-janji surgawi. Abdul Baraja ditangkap, akan muncul Abdul Baraja selanjutnya.
Bahkan, dalam taraf pembubaran organisasi oleh pemerintah sekalipun, Khilafatul Muslimin juga akan mengubah wujudnya dalam bentuk yang lain, dan tentunya dengan spirit yang sama. Hal itu dapat dibuktikan bagaimana fenomena Pront Pembela Islam (FPI) yang sudah dibekukan oleh pemerintah, dan tumbuh lagi dengan varian yang berbeda.
