Nasionalisme dalam pengertian ini memiliki pengaruh baik terhadap negara Indonesia. Dengan adanya nasionalisme, Indonesia tidak akan mudah untuk terjajah bangsa lain lagi. Keberagaman di Indonesia tidak menjadi penghalang, mengingat para pendahulu atau pejuang Indonesia yang tak gentar mengabarkan kepada seluruh warga negaranya untuk memiliki sikap nasionalisme.
Seiring berjalannya waktu, nasionalisme menjadi sebuah proyek elitis dari kalangan terdidik. Dalam ranah ini, nasionalisme cenderung dihubungkan pada kedaulatan. Yang pada awalnya nasionalisme disuguhkan untuk memberi semangat rakyat untuk merdeka dan bersatu, namun ketika sudah merdeka, hal itu menjadi milik para penguasa dan bahkan untuk kepentingan pemerintahannya sendiri. Nasionalisme ini memperkuat kedaulatan pemerintahan yang ada. Mereka menggunakan prinsip tersebut utuk kepentingan konsolidasi politik ke dalam dan luar negeri.

Banyak tantangan dalam perjalanan mempertahankan nasionalisme, di antaranya adanya pengaruh dari luar yang semakin merajalela. Dengan menguatnya rasa nasionalisme, akhirnya secara tidak disadari membuat pengaruh luar yang datang tidak disaring terlebih dahulu. Era ini disebut era globalisasi yang telah berhasil membawa budaya baru pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal yang paling tampak terjadi dalam aspek ekonomi, yang mana kebanyakan kesetiaan orang pertama kali bukanlah untuk negara, namun kepada profit atau keuntungan (uang). Orang mudah tergiur pada uang yang pada kenyataannya tidak mengenal nasionalisme. Misalnya saja yang telah banyak terjadi di Indonesia, karena uang, para penguasa tidak peduli rakyatnya sejahtera atau malah sebaliknya hancur.
Dengan fakta yang seperti itu, terkadang para elite penguasa yang mengaku sebagai pengawal bangsa membenarkan tindakannya. Berkedok untuk kepentingan bangsa namun kenyataannya merugikan bangsa.
