Nasionalisme Kosmopolit

Dalam membahas kontroversi yang terjadi pada era globalisasi antara nasionalisme dan kedaulatan, maka terdapat kosmopolitanisme yang sering dijadikan jalan tengah. Jika globalisasi berhasil masuk dan mengubah suatu pemaknaan untuk sebuah negara, kedaulatan dan nasionalisme yang dikuasai para elite, maka kosmopolitanisme membawa teori politik yang nantinya bersifat Internasional. Pengaruh globalisasi atau lebih tepatnya nilai-nilai kosmopolitanisme mengajak kita menyadari akan pentingnya kemanusiaan dari nasionalisme yang menjadi luntur karena terlalu lamanya negara mendominasi masyarakat sipil.

Kosmopolitanisme ini lebih mendorong orang untuk memiliki rasa kepekaan terhadap orang lain, yang biasanya disebut humanisme universal, yang merupakan sintesa dari berbagai nilai dan budaya di dunia. Kosmopolitanisme mengkritik kegagalan negara dalam menjaga kedualatannya. Permasalahan yang terjadi dalam negara, yakni kurang mampu mempertahankan prinsip pemerintahannya, jadi negara tersebut memerlukan campur tangan dari pihak Internasional.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Memang, pada awal munculnya, nasionalisme di Indonesia disebabkan karena kesamaan nasib dan tujuan selepas kemerdekaan. Namun, ketika kita telaah lagi seiring waktu berubah menjadi elitis nasionalisme, namun tergantung asumsi masing-masing orang dalam menilai kenyataan ini. Seharusnya jika memang masih ada nasionalisme, lebih baik kita mengkaji nasionalisme kosmopolit. Negara tidak bersifat mutlak lagi dalam ranah kedaulatan, namun kini bekerja sama dengan dunia Internasional untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan banyak orang. Generasi kosmopolit lebih bebas tanpa batas negara dalam memdiskusikan hak kemanusiaan maupun hal-hal individunya.

Kesimpulannya, globalisasi tidak selamanya membawa dampak negatif terhadap atau menegasikan nasionalisme. Tergantung pada asumsi orang yang mengkajinya. Ini berlaku pula untuk nasionalisme, yang mana tidak semua orang telah lupa akan nasionalisme yang asli dan tidak semua elite mengambil alih atau menyalahgunakan nasionalisme. Kini telah menjadi penengah di antara berbagai permasalahan yang muncul akibat nasionalisme dan kedaulatan, yakni kosmopolitanisme. Dengan nasionalisme kosmopolit, di tengah keberagaman ini, kita dapat memecahkan masalah tanpa batasan negara dan dapat mempertahankan kesatuan persatuan negara dari ancaman dari luar yang berbahaya.

Tinggalkan Balasan