“Menjadi penulis tidak ada sekolahnya, tidak ada pelajaran spesifik yang diajarkan di bangku formal. Menulis adalah skill khusus yang dimiliki dengan bahan dasar komitmen dalam menulis serta bacaan yang banyak. Tidak mungkin penulis hebat dilahirkan hanya dengan refleksi dan pengalaman empiris an sich, melainkan penulis yang hebat dimulai dengan menjadi pembaca yang baik,” katanya.
Di akhir materi, ia meminta kepada santri untuk menulis dengan kepolosan dan kejujuran hati, serta kesederhanaan pemikiran. “Sebab, itulah nyawa bagi mata pena dan tinta yang akan memberikan sikap yang baik bagi kata-kata,” pungkasnya.

