Ngaji Mencari Skors

Di pesisir selatan bagian tengah pulau Jawa, terdapat sebuah kampung bernama Doplang(karta). Pada tahun 1990-an santri-santri kampung tersebut selain ngaji membaca turutan, Al-Qur’an dan hafalan doa-doa salat dan lain sebagainya di musala masing-masing—seperti musala Mahalussalam, musala Babussalam, musala Sangga Buana, bahkan masjid Nurul Iman (masjid kampung sebelah)—, mereka mengadakan pengajian bersama sepekan sekali, yakni tiap malam Ahad di tempat-tempat tersebut secara bergiliran yang bernama Pengajian ar-Rahman.

Lewat pengajian itu, selain mendapat ilmu, sebagian mereka mengasah dan unjuk kemampuan dalam membawakan acara, menyenandungkan selawat serta qiro, dan berpidato.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari sekian pengisi pengajian, ada seorang ustaz yang cukup menyita perhatian mereka, karena kelihaiannya menyelipkan guyon pada pidatonya juga gaya berpidatonya yang meniru Dai Sejuta Umat. Namun, bukan ustaz tersebut yang hendak saya ceritakan pada sampean, melainkan satu istilah yang lucu karena, kendati salah arti, tetapi kadung kaprah hingga mashyur di kalangan mereka sampai bertahun-tahun kemudian, bahkan sampai sekarang.

Sampean penasaran?

Tinggalkan Balasan