Entah mereka mengerti arti kata “skors” atau tidak, karena setelah kata “sekores” terdengar, kemudian panitia membagi snack, mereka sepertinya sepakat mengartikan bahwa “sekores” adalah snack saat pengajian.
Maka, saat beberapa santri akan menghadiri pengajian rajaban atau muludan di kampung-kampung sekitar, kadang-kadang mereka berkelakar, “Yuh ngaji nggolet sekores…” yang berarti: mari ngaji mencari sekores.

Beberapa bulan kemarin, di tengah rapat pembangunan Pondok Pesantren Ihyaul Qur’an (PP IQU) yang berdiri di samping depan musala Sangga Buana, saat snack mulai dibagikan, istilah itu kembali terdengar dari beberapa pengurus yang duduk di teras rumah untuk rapat—lagi-lagi dengan nada riang-gembira, “Sekores… Sekores…”
Kesugihan, 13 Agustus 2022
