Ngaji Riyadhus Shalihin: Bab Ikhlas dan Amal Baik

Di dalam hadis ini, dijelaskan pada halaman 10, bahwa amal kebajikan dapat membantu kita terlepas dari suatu musibah. Artinya, perbuatan baik yang kita lakukan terhadap orang lain dapat menyebabkan kita terlepas dari berbagai kemudharatan di dalam kehidupan.

Rasulullah berkisah bahwa, ada tiga orang musafir, —dijelaskan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Bukhari ini,— di tengah perjalanan kemalaman dan mereka memutuskan untuk bermalam di sebuah goa. Setelah mereka masuk ke dalam goa, tiba-tiba terjadi malapetaka, sebuah batu besar bergelinding dari atas bukit dan menutup akses pintu goa. Mereka tidak dapat keluar dari dalam goa tersebut karena batu yang menutup mulut goa sangat besar dan begitu berat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kemudian salah seorang di antara mereka berkata, “Kita harus bertawasul dengan perbuatan baik yang pernah kita lakukan sebelumnya. Mudah-mudahan dengan perantaraan amal kebaikan yang ikhlas kita lakukan, Allah memberikan pertolongan kepada kita,” demikian salah seorang di antara mereka memberikan usul dan disepakati bersama.

“Saya dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah sangat lanjut usia,” demikian orang pertama di antara mereka memulai mengingat-ingat perbuatan baiknya. “Saya tidak pernah memberikan makan atau minum kepada siapa pun (istri, anak-anak, hamba sahaya) sebelum kepada kedua orang tua saya. Pada suatu waktu, saya bepergian jauh untuk mencari pakan ternak. Saya datang terlambat ke rumah dan mendapati kedua orang tua saya sudah tidur pulas. Kemudian saya memerah susu dan berjaga di dekat kedua orang tua, menunggu mereka bangun. Saya tidak membangunkan mereka karena takut mereka terganggu. Sementara anak-anak saya bergelanjotan meminta minum dan makan. Tetapi saya tidak mengindahkan nya karena ingin mendahulukan kedua orang tua saya,” begitu orang yang pertama mengingat kebaikan kepada orang tua yang sudah sepuh.

“Ya Allah, jika hal tersebut merupakan perbuatan ikhlas, semata-mata mengharap ridha-Mu, maka tolonglah, singkirkan batu yang menutup pintu goa.” Tiba-tiba batu besar yang menghalangi pintu goa bergeser sedikit. Tetapi mereka masih belum bisa bebas dan keluar di dalamnya.

Kemudian lelaki kedua berucap, “Dulu saya memiliki keponakan yang sangat cantik. Keponakan itu dicintai oleh banyak orang karena kemolekan wajahnya. Saya termasuk orang yang begitu menginginkan tubuhnya.”

Demikian orang yang kedua terus mengingat kejadian yang telah lampau. “Saya pernah mengutarakan kepada keponakan itu untuk berbuat layaknya suami istri. Tetapi keponakan itu merasa enggan kecuali jika saya menyediakan uang sebanyak 120 Dinar.”

Kemudian lelaki kedua itu mengatakan bahwa setelah bekerja beberapa tahun, akhirnya ia mampu memberikan uang yang diminta. “Setelah saya siap melakukan perzinahan, tiba-tiba keponakan itu berkata, ‘Takutlah Engkau kepada Allah swt atas perbuatan haram ini,'” kemudian ia sadar dan meninggalkan perbuatan terlarang tersebut. Dan orang kedua itu tidak peduli dengan uang dinar yang telah ia berikan.

“Ya Allah, jika memang perbuatan itu terdapat nilai ikhlas semata karena berharap kemuliaan dari-Mu, maka tolonglah kami dari musibah ini.”

3 Replies to “Ngaji Riyadhus Shalihin: Bab Ikhlas dan Amal Baik”

Tinggalkan Balasan