“Ngarit”, Stimulan di Tengah Wabah

Mendengar penjelasan dari beliau, ikatan di pikiran saya seakan terlepas, pertanda bahwa ada satu kunci yang akhirnya terbuka. Spekulasi dan pikiran saya akhirnya menjalar ke mana-mana, mencoba untuk meluaskan makna dari makna ngarit itu. Bayangkan saja, hanya melalui ngarit yang dianggap remeh oleh banyak orang, ternyata mempunyai makna yang luar biasa.

Wirid itu adalah bacaan yang terus diulang. Ya, jika ngarit hanya dilakukan sekali saja dan tidak berlanjut maka tentu saja ternak akan mati kelaparan. Wirid itu memberi makan hati. Ngarit itu untuk memberi makan ternak. Hati adalah hewan ternak kita yang harus kita beri makan setiap hari dengan wirid. Kita adalah penggembala yang tugasnya angon setiap hari. Dan tentu saja ngarit bukanlah hal kecil. Di era modern ini jelas saja jika hati sering merasa lapar dan tak tenang, kita memang lupa akan tugas kita sebagai penggembala yang harus angon setiap hari untuk memberi makan ternak kita, untuk memberikan kesempatan ternak kita hidup sampai lama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Terlebih, di bulan Ramadhan ini kita masih berada di tengah pandemi, rasanya kita memang butuh lebih teratur dan rajin untuk “ngarit“. Benturan-benturan keadaan dan banjir informasi dari media tentu saja membuat jiwa dan hati kita tak karuan. Salah satu menjaga imunitas hati dan membuatnya tetap kenyang adalah dengan terus-menerus “ngarit“. Karena, ternak kita tidak pernah kenyang dan ia selalu haus akan mengingat Tuhan. Wabah bukanlah ujian final yang Allah turunkan kepada umat manusia, maka benteng dan stok kebutuhan pokok nurani juga harus dipersiapkan untuk jangka panjang.

Begitu mendalam makna ngarit. Mungkin bagi kita yang hidup di era global dan zaman modern seperti ini, makna filosofi dari segala objek terkesan memudar. Kita hanya bisa melihat wujud fisik tanpa mengetahui arti budaya yang melekat di belakangnya. Kompleksitas pengetahuan dan kedalaman religiusitas perlu diseimbangkan, agar tidak akan ada dikotomi antara lelaku dan ibadah.

Tinggalkan Balasan