“Kita baru saja selesai meresmikan masjid An-Nahdloh yang berada di bawah pengelolaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” KH Said Aqil Siroj. Peresmian ditandai dengan gunting pita dan penandatanganan prasasti. Ditambahkan, PBNU memang mempunyai cita-cita membangun pondok pesantren yang pemilik dan pengelolanya langsung dari PBNU. “Ini merupakan cita-cita, keinginan PBNU sejak lama, mempunyai masjid dan pesantren yang langsung miliknya PBNU,” tuturnya.
Selanjutnya, Ketua Panitia Pembangunan, KH Abdul Manan Ghani, oleh PBNU diberi amanah untuk menghidupkan tanah wakaf dengan membangun masjid dan pesantren. Tanah wakaf untuk masjid dan pesanten ini seluas 5 hektare. “Alhamdulillah, berkat berbagai kerja sama telah kami bangun masjid dan bangunan untuk pengasuh pondok,” ujar KH Abdul Manan.

Jika sudah berdiri, Pesantren An-Nahdliyah ini akan menjadi sejarah tersendiri karena menjadi pesantren pertama yang dibangun dan dikelola oleh PBNU sendiri. Pesantren ini juga dirancang akan akan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan pesantren pada umumnya. Selain itu, pesantren ini diharapkan akan menjadi pusat pendidikan kader ulama di daerah Kabupaten Kuningan.
