Nuzulul Quran: Membumikan Teks Ayat-ayat Tuhan

Berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, terdapat beberapa hikmah dari ayat-ayat Ilahiyah ini. Pertama, sebagai petunjuk (hudan) bagi orang-orang bertakwa. Al-Quran adalah petunjuk dalam kehidupan. Allah berfirman, “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2). Petunjuk hanya bagi orang yang bertakwa, yaitu orang-orang sadar bahwa kebenaran itu datang melalui pengamatan panca indra. Orang-orang yang menyadari bahwa keimanan itu datang dengan cara diupayakan melalui pemikiran dan konsep ilmiah.

Kedua, sebagai pembeda (Al-Furqon). Dalam Al-Quran Allah menjelaskan, “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an, yang dapat membedakan antara yang haq dan yang batil) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” Teks ayat-ayat Al-Quran sebagai pedoman bagi manusia yang memberikan kejelasan terhadap sesuatu yang benar dan dibenarkan dan sesuatu yang salah dan disalahkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketiga, sebagai obat (as-syifa). Allah mengatakan, “Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82). Obat yang dimaksud di sini merupakan pengobatan baik yang bersifat fisik maupun psikis. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan cara membaca Al-Quran hati kita akan mendapatkan ketenangan. Karena ayat-ayat Allah ini terbangun atas konsep Ilahiyah yang mengandung hikmah batiniyah dan lahiriyah.

Keempat, sebagai nasihat (al-mau’idzah). Allah berfirman pada QS Yunus: 57: “Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kamu mau‘izhah (pengajaran dan peringatan) dari Tuhan kamu, syifa’ (obat) bagi apa-apa yang ada dalam hati, huda (petunjuk) dan rahmah (kasih sayang) bagi orang-orang yang beriman.” Nasihat dapat datang dari mana saja asalkan kita dapat mengambil hikmah dananfaat dari berbagai hal di sekitar kita. Namun Al-Quran dengan segala kemukjizatannya terbukti dapat memberikan nasihat kebijakan untuk kebaikan hidup di dunia maupun di akhirat. Wallahu A’lam! 

Madura, 14 Ramadan 1442 H.

Tinggalkan Balasan