“Co locoh ngennes mun enga, (lucu sekaligus sedih kalau ingat itu),” tutup Supyati dengan logat Maduranya.
“Co locoh ngennes mun enga, (lucu sekaligus sedih kalau ingat itu),” tutup Supyati dengan logat Maduranya.
Anda harus masuk untuk berkomentar.
Semasa kuliah, saya bukan mahasiswa istimewa. Tapi di akhir masa perkuliaha...
Salah satu hal yang paling kuat dalam tradisi pesantren adalah penghormatan...
Ada masa ketika seseorang pergi ke masjid, mengikuti pengajian, bersedakah...
Sejarah tidak selalu hadir melalui arsip dan catatan peristiwa. Ia juga dap...
MALAM YANG GANJIL Malam yang Ganjil bulan mengerdip dari jemari dedaunan __...
Sorry. No data so far.
Selamat
Terima kasih🙏
Agak marenges saya membaca “ulama radikal” yang sampai tega ingin membunuh Nyai Rahmatun. Tetapi memang demikian biasanya, ketika seseorang telah mencapai derajat keimanan yang menembus “langit”, maka ujian pun semakin besar. Dan Nyai Rahmatun mampu melewati ujian dengan gemilang. Semoga Beliau dalam barokah Allah di alam keabadian. Aamiin!
Terima kasih doa dan semangatnya kakak senior🙏