Sialannya, menjadi tabu menyelesaikan perkara hingga ke akarnya
; terbiasa bangun siang untuk mengawal kebenaran,
Repot sekali tugas rakyat masa kini
; mengomentari kinerja yang acak-acakan
; mengkritisi analisa
—yang nilai logikanya justru dibatasi sawer dan iming-iming jabatan.
Anjlok harga akal di pasaran aparat.
Prinsip bukan lagi suatu yang langka diperjualbelikan.
“Halah, cuma kehilangan kepercayaan, yang penting bukan hilang jabatan.
Toh, kita terbiasa tebal muka demi menebalkan harta. Hahaha“.

PERTIWI (YANG) KEHIANGAN JATI DIRI
Mudah sekali janji politisi, laris
manis dengan iming-iming
materi (yang) serba gratis
diumpan makanan; berkerubunglah
bagai semut kelaparan.
