Bapak tinggal berdua sama mamak. Kami anak-anaknya merantau semua. Aku ke Aceh. Dua abangku ke Merauke. Sungguh jarak yang jauh di mata. Tapi hati kami tetap terasa seatap. Tiap saat kami saling menelepon, atau video call.
“Apa kabar Mak?” sapaku melalui VC.

“Baek-baek saja. Alhamdulillah,” jawabnya di seberang sana. Kulihat di belakang mamak, bapak sedang mengaji. Sejuk sekali melihatnya.
“Apa kabar kau, Din?” kakakku yang di Merauke menyahut.
“Baik Bang. Abang sendiri?” tanyaku. Dia tak menyahut. Gambarnya tak jelas.
“Bang Jono kehilangan sinyal Mak,” tukasku, memberi tahu mamak.
“Apa kau bilang, Din? Masak Joni ditinggal istrinya lagi?”
Kening kami mengkerut, kebingungan memahami ucapan mamak. Tapi tiba-tiba Bang Andre terbahak-bahak.
