Kedua, mempersiapkan bahan ajar, media ajar, evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Darurat, serta tutorial pembelajaran daring jarak jauh. Jika poin-poin tersebut disusun dengan benar dan terencana, pembelajaran daring akan tetap berkualitas. Karena itu, selama pandemi Covid-19 belum mereda, seharusnya pihak madrasah perlu mempersiapkan guru yang terampil mendesain pembelajaran daring dan luring.
Misalnya, pilih beberapa guru berprestasi untuk mempersiapkan bahan ajar yang siap digunakan oleh semua guru dalam pembelajaran daring, seperti video pembelajaran, latihan, dan soal-soal pembelajaran daring yang disertai dengan tutorialnya. Sedangkan, pembelajaran luring, guru pilihan tersebut dilatih menyusun modul sebagai bahan ajar dalam sistem pembelajaran modul yang diberikan ke setiap peserta didik yang tidak bisa mengakses internet.

Ketiga, berfokus pada pendidikan karakter dalam BDR. BDR tidak saja pada aspek kognitif, tetapi juga mesti menanamkan pendidikan karakter. Meskipun, pendidik dan peserta didik tidak bisa bertatap muka secara langsung, tetapi pendidikan karakter tetap bisa dilakukan. Guru memberikan penugasan-penugasan praktik baik (good habit) untuk dilakukan peserta didik dalam pengawasan orang tua.
Misalnya, membuat buku agenda harian ibadah. Penanaman pendidikan karakter bisa seperti peserta didik ditugaskan untuk mendirikan salat fardu berjamaah, salat sunah (rawatib, duha, qiyamul lail), tilawah al-Quran, dan sebagainya, sebagai penanaman karakter religius dan sikap spiritual. Sementara, sikap sosial bisa ditugaskan dengan sedekah/infak harian, membantu orang tua: membersihkan rumah, membersihkan tempat tidur, dan sebagainya. Penugasan itu dilaporkan kepada guru kelas tingkat SD atau guru tiap kelompok di tingkat MTs/SMP dan MA/ SMA/ SMK untuk diperiksa dan ditindaklanjuti secara berkala.
Keempat, menjalin kerja sama antara orangtua, sekolah, dan siswa. Selama BDR, sejatinya orang tua yang berperan sebagai fasilitator dan motivator. Selama BDR, orangtua harus bisa menjadi fasilitator dengan cara memenuhi kebutuhan siswa selama BDR, misalnya paket internet, gawai, dan kebutuhan lainnya. Orangtua juga harus memberikan pengawasan dan motivasi pada anaknya untuk belajar sebagaimana yang ditugaskan oleh sekolah. Orangtua harus menjadi teladan dalam mempratikkan perilaku positif dan melibatkan anak-anaknya.
