أَفَغَيْرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُۥٓ أَسْلَمَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Jika di ayat 15 Surat ar-Ra’d dijelaskan bahwa seluruh eksistensi yang ada di bumi dan di langit itu ‘bersujud’ kepada Allah, tak jauh berbeda dengan yang terdapat pada ayat 83 Ali Imran. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa segala sesuatu yang berada di langit dan bumi itu ‘berserah diri’ atau ‘tunduk’ kepada Allah. Kata aslama dalam ayat ini berbeda dengan kata aslama yang terdapat pada surat al-Hujurat ayat 14 yang memiliki arti ber-Islam. Dan memang benar bahwa segala sesuatu yang berada di langit dan bumi, pada awalnya sejak zaman azali, telah mendeklarasikan bahwa diri mereka berserah diri atau tunduk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai satu-satunya Tuhan seluruh alam. Hal itu dijelaskan di dalam surat al-A’raf ayat 172 yang berbunyi,
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى ۛ شَهِدْنَا ۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”
Dari penjabaran tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kata yas-ju-du yang dimaksud pada ayat 15 surat ar-Ra’d, bukanlah sujud yang bermakna sujud secara fisik seperti sujudnya orang yang salat atau sujudnya malaikat kepada Nabi Adam, akan tetapi sujud yang dimaksud adalah sujud sebagai tanda ketundukan atau berserah diri. Maka dari itu, kata yas-ju-du yang dimaksud itu dalam surat ar-Ra’d ayat 15 tadi adalah sujud yang mempunyai makna sebagai tanda ketundukan seperti makna as-la-ma yang tertera pada ayat 83 surat al-Baqarah. Wallahu A’lam bi al-Showab.
