Meskipun orientalisme sering kali dianggap sebagai pendekatan yang mengaburkan nilai-nilai spiritual Al-Qur’an dalam upaya untuk mengurainya secara ilmiah, kontribusi mereka dalam mengembangkan studi Al-Qur’an secara global tidak dapat diabaikan.
Oksidentalisme di sisi lain, merujuk pada pandangan dari Timur terhadap Barat. Oksidentalisme sering kali mengeksplorasi bagaimana masyarakat Timur memahami dan menafsirkan nilai-nilai, budaya, dan agama-agama Barat, termasuk pandangan mereka terhadap Al-Qur’an.

Pendekatan ini mencakup berbagai perspektif dari tradisional hingga liberal, yang muncul sebagai respons terhadap modernitas dan globalisasi yang semakin mempengaruhi masyarakat Muslim.
Dalam dunia Arab, misalnya, ada banyak intelektual yang menawarkan tafsir Al-Qur’an yang mencerminkan pemahaman mendalam tentang konteks sosial dan keagamaan Islam.
