Sambutan para orangtua santri luar biasa. Pada masa uji coba ini, misalnya, paket pengiriman langsung memenuhi pos-pos pengiriman. Bakda salat Idul Adha, langsung terjadi antrean panjang dari keluarga santri yang akan hendak mengirimkan barang. Bahkan, di satu pos saja rata-rata mencapai 300 paket barang.
Pengelola Alba Express pun akhirnya memutak otak lagi. Dalam rencana semula, pengantaran barang itu cukup dilakukan dengan sepeda motor. Nyatanya paket yang akan dikirim membludak. Akhirnya, barang-barang itu diangkut dengan truk agar bisa terbawa dan diterima oleh santri hari itu juga. Namun begitu, sejak uji coba itu Alba Express terus melayani jasa pengantaran barang di lingkungan santri.

Memang, sebagai unit bisnis baru, Alba EXpress perlu banyak pembenahan. Namun begitu, bisnis ekspedisi lokal dan segmented ini ternyata memiliki potensial yang besar. “Ke depan kalau pandemi sudah berakhir dan pondok sudah terbuka, Alba Express juga bisa mengakomodasi wali santri yang mau mengirim anaknya di pondok,” kata Fauzi Sakdullah.
