Pantulan Kebhinekaan di Desa (3): “Resik Kubur” di Kalikudi

Warga Kalikudi mendirikan paguyuban yang diberi nama Resik Kubur Rasa Sejati (RKRS) yang eksis dan aktivitasnya diikuti oleh setiap warga, baik yang Kejawen maupun yang Islam taat. Pemimpin tertinggi RKRS adalah Bundele Adat yang dalam menjalankan aktivitas spiritualnya memberi kewenangan penuh kepada seorang ”kunci” yang dibantu oleh dua orang, menempati posisi bahu tengen (kanan) dan bahu kiwa (kiri). Struktur ini bersifat tetap dan individu-individu di dalamnya mewariskan posisi kepada keturunan langsung di bawahnya.

Ada tiga pandangan dasar bagi ketertiban dan keberlangsungan kehidupan manusia yang di-ugemi turun temurun oleh paguyuban dan orang Kalikudi ini, yakni tata batin, sejarah, dan tata lahir. Tiga pandangan dasar itu harus dijalani dan ditaati oleh setiap orang agar hidup dan kehidupan berlangsung tenteram-harmois.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tata batin, yaitu suatu struktur dasar spiritual yang harus dimiliki oleh setiap anggota paguyuban. Tata batin terdiri dari beberapa tahap yang masing-masing saling berkoneksi dan memproyeksikan satu ketatatertiban spiritual yang holistik. Fungsi tata batin diperankan oleh anggota-anggota yang menempati posisi struktur bahu tengen.

Sejarah manusia, dalam pandangan orang Kalikuldi, telah terstruktur rapi termasuk perubahan-perubahan yang terjadi. Manusia sekarang sesungguhnya hanya menjalani struktur yang terbentuk melalui proses panjang sebelumnya melalui kalkulasi-kalkulasi unik yang didasarkan pada hitungan Jawa. Struktur sejarah ini bersifat determinatif dalam pengertian menentukan semua arah aktivitas manusia di dunia.

Struktur yang bersifat ajek ini disusun berdasarkan indikator-indikator yang dimiliki manusia seperti pasaran (pon, wage, kliwon, legi, pahing), mangsa (musim), dan lain-lain. Indikator-indikator ini mempunyai hubungan spesifik dan membentuk ketertiban dalam mengatur kehidupan manusia. Kemampuan mengkoneksikan indikator-indikator ini membentuk struktur dasar tata tertib kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan