Madura, 2021.
MENGGAPAI SESAL

Setengah kenangan dimakan usia daun-daun, Ayu
Kita bersijinggat menengadah peta nasib
Mencoba melarikan diri pada luka di kejauhan
Tapi gagal, nasib berkata lain di musim hujan
Kenangan di sekitarnya telah terpendam
Dihapus air mata tak kesudahan
Berhentilah, Ayu
Tak perlu menghabiskan air mata lagi
Sebab sungai matamu telah sempurna merana
Biar aku yang menimba lukamu
Dengan api penyesalanku
Sebab itu adalah buku pelajaranku
yang belum kutuntaskan dengan lembar masa lalu
Apakah pintu maafku diijabah, Ayu?
Seperti engkau mempersilakan aku masuk
Dan menangisi peta penyesalan
Meskipun hujan di matamu tak kunjung usai
Giliyang, 2020.

Kearifan lokalnya begitu nyata, begitu indah, dan begitu berwarna. Mantab!
Terimakasih
👍👍
Terima kasih kak