“Berita bersifat objektif, sedangkan siaran pers bersifat subjektif,” jelasnya.
Beralih ke materi penulisan kreatif, yakni cerpen dan puisi yang disampaikan sastrawan Mahwi Air Tawar.

“Puisi tidak hanya soal diksi dan emosi,” ungkap pria yang kini mengelola komunitas Adakopi.
Mahwi memaparkan bahwa selain bahasa dan rasa, sebuah puisi harus dibuat dengan mengeksplorasi ide dari sudut pandang baru. Sehingga puisi yang dihasilkan lebih bernilai dan bermakna.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan antusias dari peserta. Pada akhir pemaparan, keempat narasumber menjelaskan mengenai cara menentukan topik yang penting dalam menulis.
