“Pesan saya, jika kalian menemukan peristiwa ganjil di masyarakat, jangan langsung membid’ahkan, jangan seketika bilang syirik, tapi dalami dulu kasusnya, analisis dengan cermat!” pesannya sungguh-sungguh.
Ia pun meneruskan penjelasan yang ketiga, yaitu keindonesiaan. Peserta KKN harus meneguhkan ideologi dan identitas kebangsaan. Ia pula menegaskan bahwa NKRI harga mati.

Dan yang keeempat; kemasyarakatan. Selaku peserta KKN, mereka harus bisa mentransfer ilmu yang telah diperoleh selama belajar di STIS Nurul Qarnain. Mereka juga harus bisa mendampingi masyarakat menuju jalan yang diridhai Allah.
“Semoga pengabdian kalian di masyarakat nanti menjadi jalan keberkahan ilmu kalian, jalan kesuksesan kalian di masa depan, serta jalan keselamatan dan kebahagiaan kalian di dunia dan akhirat,” doa Bachrul Ulum mengakhiri sambutan Ketua STIS Nurul Qarnain.
