Pencarian Mbok Surti

“Ayo, Mbok turun. Ini sudah sampai di rumah saya.” Lelaki yang menggendong putrinya itu melambaikan tangannya dari luar bus.

Mbok Surti tergemap. Lantas, dia segera keluar dari kendaraan panjang itu. Mbok Surti pun mengekor Nurdin masuk ke dalam rumah sederhana itu. Mbok Surti disuguhi pemandangan yang hangat kembali ketika tiba di depan pintu rumah Nurdin. Ternyata di dalam sana sudah ada perempuan yang menyuguhi senyuman sempurna, istri Nurdin.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Buk, kita ada tamu ini. Tolong suguhin minuman dan makanan. Ini Mbok Surti,” kata Nurdin kepada istrinya. Dia tahu nama Mbok Surti saat mereka ngobrol sepanjang perjalanan.

“Baik, Yah. Silakan duduk, Mbok. Saya tinggal ke dapur dulu sebentar, ya,” pamit Siti, lalu meninggalkan ruang tamu rumah itu.

Mbok Surti dimanjakan oleh Nurdin dan Siti layaknya tamu spesial. Teh hangat dan beberapa kudapan tersaji di meja ruangan itu. Suasana pun menghangat. Mbok Surti sudah bisa bernapas lega. Dia sudah yakin kalau Nurdin dan keluarganya adalah orang baik.

“Mbok Surti tenang saja. Silakan tinggal di sini sampai anak Mbok ketemu. Pintu rumah kami terbuka lebar buat Mbok Surti. Oh, ya, nama anak Mbok Surti siapa?” tanya Siti di tengah percakapan mereka.

“Terima kasih banyak, Nduk. Kalian baik sekali. Mbok enggak bisa membalas kebaikan kalian berdua.”

“Nama anak Mbok itu Mamad,” sambung Mbok Surti.

“Ya, sudah besok kita cari lagi. Sekarang sudah larut. Yok, kita tidur dulu,” ajak Nurdin yang kemudian membubarkan percakapan malam itu.

Mbok Surti pun menuju kamar yang sudah ditunjukkan Siti sebelumnya.

***

“Mbok ini foto siapa?” Siti tiba-tiba terkejut dengan foto yang tergeletak di lantai. Tangannya bergetar memegang kertas bergambar itu. Seketika tubuhnya luruh ke lantai.

Sejenak Mbok Surti yang sedang menyiram bunga di teras rumah pun sampai di hadapan Siti. Dia tak kalah kaget kala melihat Siti yang sedang terduduk di lantai dengan selembar foto di tangan kanan.

“Ada apa, Nduk? Itu foto anak saya yang hilang. Kamu pernah bertemu?” tanya Mbok Surti penasaran.

Siti tak menjawab. Justru dia malah memeluk elak Mbok Surti. Tetesan-tetesan bening tak dapat dia bendung lagi dari sudut matanya. Sesekali tubuhnya terguncang karena tangisannya.

Tinggalkan Balasan