Pencarian Mbok Surti

“Ma—maafkan kami, Mbok.” Suara serak akhirnya keluar dari mulut Siti setelah beberapa menit.

“Maaf kenapa?”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Anak Mbok nama lengkapnya siapa?” Siti tak menjawab pertanyaan Mbok Surti. Justru dia melontarkan pertanyaan lain yang membuat Mbok Surti semakin bingung.

“Ahmad Zainy.”

Nurdin yang baru keluar dari kamar mandi pun lekas menghampiri kedua perempuan itu, setelah mendengar nama ‘Zainy’ dari mulut Mbok Surti, lalu meraih foto anak Mbok Surti yang berada di tangan Siti. Dia pun segera mencium punggung tangan perempuan senja itu. Tangisnya tak kalah kencang dengan istrinya.

“Loh, ini ada apa, to? Kok, pada nangis begini?” Mbok Surti makin heran.

“Se—sebenarnya dia dulu menjadi kernet saya, Mbok. Dia anak baik dan pekerja keras,” jelas Nurdin.

“Terus sekarang dia di mana?” Netra Mbok Surti mulai berkaca-kaca. Perasaannya mulai tak karuan.

“Karena kecerobohanku saat itu, dia tertabrak bus yang hendak saya parkir. Seharusnya saat itu saya rem itu bus, tapi malah saya gas. Jadi, Zainy menjadi korban saat itu. Beliau meninggal. Saat itu istri dan anak saya juga berada dalam bus itu. Sekali lagi maafkan saya, Mbok.” Nurdin menciumi tangan Mbok Surti dengan napas yang masih tak beraturan.

“Ya Allah, Mamad anakku.”

Suasana ruangan itu penuh duka. Kedua suami istri itu memeluk tubuh kurus Mbok Surti yang lemas. Kini Mbok Surti tak punya siapa-siapa lagi. Hanya Nurdin yang bisa diharapkannya saat ini.

***

Riau, 5 Maret 2022.

ilustrasi: hareanto, pixabay.

Tinggalkan Balasan