Sementara itu, anjing malang tersebut masih berada di gorong-gorong dengan penderitaan yang semakin menyakitkan sebelum dirinya benar-benar mati. Di detik-detik kematiannya, dia berdoa kepada Tuhan, agar majikannya dapat memiliki anak lagi. Doa tulus dan rasa penyesalan mengiringi dia sebelum mati.
***

Aku terus mencarinya hingga akhirnya kutemukan anjing itu di bawah kolong jembatan atau gorong-gorong. Suara napas anjing itu terdengar ke telingaku.
Setelah turun dari jembatan, aku tahu jika anjing itu sedang sekarat. Aku mendekat, dan anjing itu melihatku tetapi tanpa reaksi. Entah, apa yang sedang terpikir di dalam benakku. Tangan kiriku langsung memegang bagian leher anjing itu, tangan kanan memegang parang, dan terjadilah penyembelihan.
Aku menyaksikan sendiri, leher binatang itu putus tanpa memberontak sama sekali. Hanya ada suara napas yang akan segera putus dan tubuh kejang sebagaimana nyawa yang akan tercabut oleh jasad.
Kemudian, bangkai anjing itu aku bawa. Aku menguburkannya di dekat pekarangan rumah. Aku menyimpan penyesalan, akan tetapi setidaknya aku membunuh anjing itu demi meringankan ketersiksaan penyakit yang dideritanya. Hanya itu. Soal dendam, aku telah melupakannya. Siapa yang tega membunuh anjing peliharaan dalam keadaan sekarat dengan api dendam? Tidak, aku tidak mungkin melakukannya. Lagi pula, tidak ada yang mampu selamat dari rabies, bukan? Aku membunuhnya dengan kasih sayang.
Dua bulan kemudian, kamu hamil lagi. Ini benar-benar keajaiban. Selama dua bulan menjalani rumah tangga yang hampa itu, aku dan kamu hampir putus asa. Bahkan kamu, memberikan alternatif untuk mengadopsi anak atau bercerai.
Di masa-masa tidak mengenakkan itu, ternyata Tuhan memberikan karunia yang luar biasa bagi kami. Selama masa kehamilan, aku semakin mencintaimu. Kamu terlihat cantik ketika kamu sedang hamil.
Saat melahirkan, di mataku, kamu adalah bidadari tercantik yang pernah ada. Apalagi, jika kamu sedang menyusui, rasanya, aku tidak punya alasan lagi untuk mencintai perempuan lain selain kamu.
Bayi itu tumbuh sehat dan aktif. Saat usianya sudah menginjak tujuh tahun, dia telah menunjukkan betapa dia adalah anak yang baik, patuh dan penurut. Dia galak dengan orang lain, namun lembut pada orang yang sudah dikenalnya, termasuk ayah dan ibunya.
