Pengaruh Sistem Teknologi Terhadap Pondok Pesantren

Kedua, memperluas kurikulum pendidikan dengan mengadopsi muatan teknologi informasi atau seperti teknologi komputasi. Hal ini bertujuan agar santri bisa mengetahui tentang pelajaran lain sesuai kebutuhan zaman sekarang. Santri tidak hanya mempelajari ilmu fikih, tafsir, kitab kuning, tetapi juga diimbangi dengan pembelajaran teknologi digital agar santri bisa menyaiapkan diri dalam menghadapi dunia luar supaya mampu bersaing.

Ketiga, perubahan sistem transaksi seperti pembayaran pendaftaran santri baru dan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP)  melalui transaksi antarbank atau dompet digital, termasuk untuk pengaturan uang saku santri. Hal ini supaya mempermudah administrasi antara wali santri dengan pihak keuangan pondok pesantren untuk mencegah terjadinya kesalahan manusia (humaneror). Dengan semakin bertambahnya jumlah santri, maka pencatatan keuangan semakin banyak dan rumit. Jika dikerjakan secara manual dikhawatirkan terjadi kesalahan dalam pencatatan yang berakibat merugikan pondok pesantren maupun santri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu juga untuk mempermudah wali santri yang berasal dari luar kota maupun luar provinsi yang membutuhkan transportasi untuk membayar kewajiban atau lainnya.

Beberapa pondok pesantren juga sudah melakukan transaksi santri menggunakan sistem cashless, dengan sistem ini pihak pondok mengubah transaksi tunai menjadi nontunai untuk mencegah terjadinya pencurian uang di pondok pesantren.

Tinggalkan Balasan