“Ketahuilah, sadarlah, kita sedang berada di tengah-tengah tsunami mihnah dan fitnah, ujian dan cobaan luar biasa. Gus Dur, Pak Nurcholish Madjid, alhamdulillah sudah wafat, mereka tidak mengalami zaman seperti ini. Saya yang mengalami, dan kalian nanti akan menghadapi tantangan yang lebih berat lagi,” ungkap Kiai Said.
Dalam menghadapi fenomena ini, Kiai Said mengingatkan santri untuk tidak hanya mengandalkan khazanah keilmuan tradisional semata, tapi juga harus mampu mengaktualisasikannya.

“Pertanyaannya, mampukah kita menghadapi tantangan ini hanya dengan khazanah kitab kuning yang kita miliki? Dengan ushul fikih, tafsir, hadis, ilmu kalam, tarikh, tajwid?” tanyanya kepada para pengasuh muda pesantren.
“Mampukah kita? Kalau hanya berhenti di titik itu, tentu tidak akan mampu. Tapi kalau kita bisa mengaktualisasikan, dengan keberanian, khazanah kita sudah cukup, tinggal bagaimana kita mengemas dan memanfaatkannya,” tegasnya.
