: dua manusia merah bata dengan dada penuh cinta merah taram
menyatu sebagai warna kain yang kau gunakan menutup kepalamu
di setiap kali kau bertemu denganku.
KAMBING HITAM

lindap angin dusun bertumpu di telinga pendekmu, kau melongo
mungkin kabar dari leluhurmu yang mati dijagal
ketika idul adha sedang mengirim tausiyah dan doa-doa.
hingga kemudian kau makan apa saja dari tumbuhan
yang hidup di telapak tangan bukit tanpa memilih cita rasanya
mulai dari daun kering mengkudu sampai pupus rukam yang hijau patam.
di antara lambak carahan kayu mataba, kau mengembek
memanggil anak-anakmu yang belajar melompati batu
begitulah caramu yang halus meniru penyair menulis sajak.
matamu bening hanya mau mengadu ke langit
dan kau bersedia tidur meski tak berkandang panggung
menakar kasih dalam kepada sang tuan
:itulah sebabnya kau rutin hamil tiap enam bulan.
