Pentingnya Bertegur Sapa

Makhluk sosial tetaplah makhluk sosial. Tak ada yang bisa mengubahnya. Mereka, atau kita, masih membutuhkan pengakuan bahwa keberadaan diri kita ini nyata. Dan, sejenak sapaan dari kawan, handai taulan, keluarga, maupun saudara adalah sepercik pengakuan yang mereka atau kita sematkan bagi orang-orang sekitar; bahwa keberadaannya masihlah diakui. Dan bagi saya, itu adalah proses memanusiakan manusia paling dasar. Mulai dari sapaan, pada siapa pun, kapan pun. Terlebih lagi bila itu dibumbui dengan senyuman.

Tak perlu ada kepentingan bila berkenaan dengan sapaan. Cukup sebuah landasan bahwa kita pernah mengenal. Bahkan sekadar tahu nama, atau hal-hal sepele lainnya. Hal itu sudah cukup untuk menjadi landasan kuat bahwa kita pantas untuk menyapa. Untuk menghargai sesama, dan memanusiakan manusia lainnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jangankan itu. Kita yang tiap hari sok-sokan mengenal Tuhan saja berani dengan lancang meminta segalanya. Padahal, toh Sang Maha Segala tersebut belum tentu mengabulkannya atas pengakuan bahwa kita mengenal-Nya. Bisa saja itu dilakukan atas dasar kasih. Siapa kita -atau saya- berani-beraninya mendaulat sebagai makhkuk yang dekat dengan-Nya. Padahal menyapa-Nya juga jarang-jarang, paling kalau butuh saja. Bukankah Dia adalah Maha Segala, yang tanpa diberi tahu telah mengetahui segalanya.

Tinggalkan Balasan