DI TELINGAMU BUNGA MELATI
~Hana
Di telingamu, Bunga Melati
Telah membasahi halaman diksi
Apabila hujan rela membumi
Barangkali tetesnya tumbuh merekah menjadi puisi

Di telingamu, Bunga Melati
Membuat iri sepasang Burung Kutilang
Yang mulai pulas di dasar malam
Berselimut rasa sayang
Di telingamu, Bunga Melati
Merayu mata menjadi nelangsa
Di sepanjang bibir Selat Malaka
Telah kelu kuucap kata-kata.
Prenduan, 19:40.
PERAHU KERTAS DARI TUHAN
Tuhan,
Ingin kugulung usia
Di mana waktu belum mengenal segala
Hanya bisa bermain suka, tak juga duka
Layaknya perahu yang pernah engkau buat selepas senja
Barangkali tanah bertanya,
“Di manakah air
Untuk melayarkan perahu Tuhan hingga ke hilir?”
Aku gusar, mengamati awan
Yang menghujani telaga tanpa hulu
Lalu berkata,
“Akulah Tuhanmu”.
