“أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمۗ”
“وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِ ۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ”

Suara Zia begitu merdu, memenuhi ruangan, hingga mampu membius seisi ruangan. Seakan angin pun berhenti berdesir untuk menyimak lantunan ayat suci yang keluar dari bibir mungil Zia. Tiada kesalahan satu pun yang keluar dalam mulut Zia.
***
Senyampang menunggu pengumuman, Zia menyapa teman sebelahnya. Sambil memberikan tangan kanannya Zia mengucap,
“Assalamuaikum, Mbak, Saya Zia. Dari Banyuwangi. Boleh kenal?” sambil melemparkan senyum dengan lesung pipi yang menambah hangat ucapannya.
“Waalaikumsalam. Ria dari Jepara. Suaramu tadi bagus banget, mengapa tidak ikut cabang MTQ?”
“Aku ingin membanggakan orang yang sangat menyayangiku, makanya memilih tahfiz.”
Cita-cita Zia ingin memakaikan mahkota cahaya kelak di akhir zaman. Itulah yang selalu menguatkan langkahnya untuk selalu menyimpam setiap huruf al-Quran di dalam memorinya.
Bunyi mikrofon yang diketuk-ketuk pun menghentikan dengungan percakapkan di ruang kompetisi tahfiz nasional.
“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.” Salam terucap oleh moderator. Seketika semua peserta membalas.
“Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.”
“Sekarang kita telah masuki akhir acara yaitu pengumuman pemenang lomba. Peserta juara tahfiz yang saya panggil harap naik ke panggung. Bedasarkan penilaian para dewan juri maka diputuskan sebagai berikut.”
Sejenak tangan kanan moderator mengambil catatan di saku kiri atas yang diiringi suara degup jantung para peserta Aksioma Tahfiz Putri Tingkat Nasional.
“Juara Harapan 2, Ridha Fauziah, dari Nusa Tengara Timur. Juara Harapan 1, Nafilah Naimatul, dari DKI Jakarta. Berikutnya, juara 1 sampai 3 akan saya bacakan.”
Degup jantung Alzia semakin keras, tangannya pun ikut bergetar. Hatinya berbisik,
“Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi saya dan semua orang.”
“Berikutnya Juara 3, Zulfatul Hasanah, dari DIY. Juara 2 Fitrotus Salamah, dari Nangroe Aceh Darusalam. Dan yang kita tunggu-tunggu juara 1, dari Jawa Timur, Alzia Rohmah.”
Serempak tepuk tangan seisi ruang mengiringi langkah Zia ke panggung. Ayunan kakinya serasa menginjak angin yang menuju arah panggung. Atas izin Allah SWT, iringan doa Aminah dan Abah Zunaidi mampu menembus langit yang mewujudkan cita-cita Zia menjadi juara Aksioma Tahfiz Putri Tingkat Nasional di tahun ini.
