Tapi kenapa perempuan serenta itu lebih memilih hidup sendiri, memilih hidup yang sunyi, ketimbang girang berada di antara kegaduhan anak-anaknya atau kelucuan para cucunya?
Maka menjelang tengah malam itu aku menghampirinya. “Aku hanya ingin sendiri. Itu saja,” katanya abai. Tapi aku tak beranjak, hanya menjarak.

