PEREMPUAN TENGAH MALAM

Dari suatu jarak, semakin jelas betapa tenangnya, betapa tekunnya, ia terus menggeruskan cobeknya. Seakan tak merasakan kehadiranku. Dan aku merasa, ia seperti yang selalu ada di semua tempat dan setiap masa, seorang manusia yang tak hendak terlibat, apalagi tergantung, pada hiruk-pikuk alamnya. Ia seperti pribadi yang ogah sekadar menjadi bagian dari sebuah kerumunan. Ia merupakan sosok yang lebih memilih jalan lain atau menempuh rute yang berbeda sebab merasa bukan bagian dari satu barisan.

Dan ketika fajar menjelang, cobeknya berhenti berbunyi. Dengan gerakan yang masih gesit ia mengemas jamu ramuannya, memasukkannya ke dalam botol-botol plastik, memasukkannya ke dalam bakul, dan menggendongnya. “Jamu-jamu…,” suaranya selalu setia menyapa pagi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan