Perempuan yang Takut Melahirkan

Alasan-alasan itulah yang dikemukakan para lelaki yang semula mengaku mencintai Rahma tapi langsung mundur saat mengetahui Rahma adalah perempuan yang takut melahirkan. Sejak saat itu Rahma memilih menutup diri. Tak mau berhubungan terlalu dekat dengan para lelaki. Kecuali, harapnya, bila ada lelaki yang mau menerima dirinya apa adanya, tentu ia akan berusaha membuka hati dan mau menerima lamarannya.

“Ah, tapi mana mungkin ada lelaki seperti itu di dunia ini. Mana mungkin ada lelaki yang ingin menikah tanpa mendamba kehadiran anak,” gumam batin Rahma sambil menahan nyeri di hati.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

***

Suatu hari, rumah orangtua Rahma kedatangan dua orang tamu. Sepasang suami istri. Kedatangan mereka ternyata ingin menjodohkan putra bungsunya yang kini berusia 35 tahun tapi belum kunjung menemukan jodohnya. Ayah dan ibu Rahma tentu langsung menyambut kedatangan tamu yang memiliki niat mulia itu dengan hangat dan bersahabat.

“Saya mendengar bahwa Bapak dan Ibu memiliki seorang putri yang masih lajang, untuk itulah kami datang ke sini, dengan tujuan ingin memperkenalkan putri Bapak dan Ibu dengan putra kami yang juga masih lajang. Siapa tahu anak kita berjodoh,” ungkap pria yang bila dilihat sekilas seumuran dengan ayah Rahma.

Singkat cerita, ayah dan ibu Rahma menjelaskan bahwa urusan jodoh, mereka menyerahkan pada putrinya. Karena yang akan menjalani kehidupannya adalah dia. Tak lupa, orangtua Rahma juga menjelaskan persoalan yang dihadapi putrinya selama ini; perihal ketaksiapannya mengandung lalu melahirkan usai menikah sehingga peluang memiliki anak sangat kecil. Tak dinyana, ternyata pasangan suami istri itu sudah mengetahui duduk persoalan putri mereka. Terka kedua orangtua Rahma, mungkin kabar tentang putri mereka yang takut mengandung dan melahirkan sudah tersiar ke mana-mana.

“Soal itu kami nggak mempermasalahkan. Kebetulan anak saya juga seperti itu,” ucap pria itu pelan membuat ayah dan ibu Rahma saling pandang. Mereka kurang bisa mencerna maksud ucapan pria tersebut.

“Maaf, seperti itu bagaimana ya, Pak?” tanya ibu Rahma.

Ternyata oh ternyata, anak yang akan dijodohkan dengan Rahma itu juga memiliki persoalan yang sama rumittnya dengan Rahma. Bila Rahma takut mengandung dan melahirkan, lelaki itu justru takut memiliki anak. Hal inilah yang menyebabkan lelaki itu sampai saat ini tak kunjung menemukan sosok perempuan yang mau dijadikan sebagai istri.

Penjelasan orangtua lelaki itu sontak membuat ayah dan ibu Rahma tersenyum lega. Mereka berdua berharap dalam hati, semoga lelaki itu adalah jodoh yang sengaja diturunkan Tuhan untuk putri mereka. Namun, mereka tak serta merta memutuskan. Karena semua keputusan tetap ada pada Rahma yang saat ini belum pulang dari tempat kerjanya. Sekadar info, sudah lima tahun Rahma bekerja sebagai kasir supermarket yang ada di pusat kota.

***

Singkat cerita, Rahma tak merasa keberatan bila ayah dan ibu hendak menjodohkannya dengan lelaki itu. Tapi ia harus bertemu dan mengenal lebih dekat sosok lelaki itu terlebih dulu.

Dan, di sinilah sekarang Rahma dan lelaki itu berada. Di sebuah kafe tak terlalu mewah (dan sedang sepi pengunjung) mereka tampak terlibat obrolan yang cukup mengalir. Seolah mereka adalah teman lama dan baru bertemu setelah berpisah sekian tahun.

Tinggalkan Balasan