Ada beberapa ciri dari moderasi beragama, yaitu tawassuth (mengambil jalan tengah), tawazun (berkeseimbangan), i’tidal (tegas dan lurus), tasamuh (toleransi), musawah (egaliter), syura (musyawarah), ishlah (reformasi), aulawiyah (mendahulukan yang prioritas), tathawwur wa Ibtikar (inovatif dan dinamis), dan tahadhdur (berkeadaban).
Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk memiliki sikap yang baik sesuai dengan tuntunan keislaman terhadap keberagaman agama. Sebagai pembawa misi rahmatan lil ‘alamin, sudah sepantasnya umat Islam menghindari sikap kekerasan dalam bermasyarakat, memahami dan menghormati perbedaan, dan memanfaatkan sains dan teknologi dalam mengatasi persoalan.

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah: 143 yang berarti, “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”
Dari ayat tersebut kita tahu bahwa akhlak Islam yang moderat tidak hanya dalam hal bertindak, namun Islam menginginkan kepada seluruh umatnya agar setiap kegiatan dilakukan dengan tepat, baik berupa tindakan, ajaran, maupun sikap secara moderat. Allah melarang hambanya untuk berlebihan dalam melakukan sesuatu, apalagi dalam beragama.

Yes, amazing,,,