Persabungan

Pertarungan semakin menegangkan. Namun, seiring berjalannya waktu, performa Cicero mulai menurun. Ia hanya terlihat bertahan menerima serangan lawan. Sedang Keito semakin menggila. Hingga suatu ketika, tubuh kekar Cicero ambruk di medan laga.

Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Keito. Meski belum memiliki jam terbang cukup banyak seperti Cicero, namun Keito berusia lebih muda dan memiliki postur tubuh lebih besar daripada Cicero. Keito mengepak-ngepakkan sayapnya sebagai tanda kemenangan. Sementara Cicero menggelepar dengan cucuran darah segar yang membasahi tubuhnya. Jarot geram mengetahui ayam kesayangannya sudah tidak berdaya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Sekarang kau sudah mengakui kehebatan jagoanku, ‘kan?” Kuswan tertawa puas. Senyumnya menyeringai.

Ingatan Kuswan berpulang pada tahun-tahun nan lampau. Ketik ia harus rela menyerahkan sertifikat tanah warisan orangtuanya kepada Jarot sebagai taruhan. Jarot dan Kuswan memang kawan akrab. Namun, bila sedang di medan laga sabung ayam, mereka saling memusuhi satu sama lain.

Kala itu Kuswan tak dapat berbuat banyak. Dan hanya itulah satu-satunya harta kepunyaannya. Lain halnya dengan rumah yang juga telah ia gadaikan. Kuswan tak lagi memiliki kekayaan. Maka, ia menyimpan bara di dadanya. Pertemanannya dengan Jarot perlahan renggang. Lalu puncaknya hari ini Kuswan berhasil membalas dendam.

“Tidak! Aku tidak terima hasil pertandingan ini! Kau pasti curang, Kuswan!” Jarot bersungut-sungut meluapkan amarahnya. Wajahnya memerah serupa bara api menyala. Otot-ototnya menegang. Jarot menghampiri Kuswan.

One Reply to “Persabungan”

  1. Ping-balik: Persabungan - FinKafi

Tinggalkan Balasan