Dalam pandangan Murtadho Muthahhari, seperti dikutip oleh Muhajir dalam Filsafat Pendidikan Islam Syiah, bahwa tujuan pendidikan yang sangat substantif adalah membentuk, membangun, dan mengembangkan kepribadian manusia dengan cara memaksimalkan eksistensi akal dan berpikir. Dalam tujuan konteks pendidikan, menurut al-Attas, sudah berorientasi pada dua hal, yaitu individu dan kemasyarakatan.
Namun demikian, kalau kita cermati rumusan tujuan pendidikan yang dilontarkan oleh Murtadho Muthahhari tidak senormatif itu. Rumusan tujuan pendidikan Murtadho Muthahhari jauh berbeda dengan apa yang dirumuskan oleh Imam al Ghazali, yang menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai kedekatan diri kepada Allah swt dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat.

Selanjutnya, Mahmud sulthoh menambahkan bahwa tujuan pendidikan Islam idealnya harus memenuhi beberapa poin. Di antaranya kejelasan, keumuman, universal, integral, rasional, aktual, ideal dan mencakup jangkuan untuk masa yang akan datang. Konesekuensi logisnya dari eksistensi beberapa poin tersebut adalah mampu mengintegrasikan antara ranah kognitif (fikriyah ma’rifiyah), ranah afektif (khuluqiyah), ranah psikomotorik (jihadiyah), ranah spiritual (ruhiyah), dan ranah sosial keagamaan (ijtimaiyah).
Masih dalam keterangan yang sama, Murtadho Muthahhari mengatakan bahwa pendidikan Islam hendaknya diarahkan untuk pengembangan kelompok dan individu. Oleh karena itu, Islam sangat menjunjung tinggi individu maupun masyarakat yang harus dijaga dan dihormati. Salah satu cara untuk menghormati manusia secara kaffah adalah dengan institusi pendidikan. Konsepsi tersebut sejalan dengan apa yang dijelaskan oleh Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani yang membagi tujuan pendidikan menjadi tiga.
Pertama, tujan individu, yaitu orientasi yang berkaitan dengan kepribadian individu dan pelajaran yang dipelajarinya. Tujuan ini meliputi pertumbuhan kepribadian, aktivitas, serta perubahan perilaku yang diakibatkan oleh pendidikan.
Kedua, tujuan sosial, yaitu berkaitan dengan kehidupan sosial anak didik secara keseluruhan. Titik tekan dari tujuan tersebut adalah memperkaya pengalaman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
