Menurut Dwi Woro, ini lakon carangan, untuk menggambarkan situasi kekinian terkait dengan merebaknya wabah Covid-19. “Kami merespons setuasi melalui seni,” katanya. “Kami menjadikan era pandemi sebagai sumber untuk berkreasi, karena meski kami tak bisa pentas secara normal, tapi sebagai seniman tidak mungkin kami berhenti berkreasi karena pandemi,” lanjutnya.
Tampil sebagai narasumber yang akan memberikan apresiasi terhadap pertunjukan wayang potehi kali ini adalah Dr Maria Theresia Widyastuti, MA (peneliti wayang dan Wakil Sekjen UNIMA Indonesia), Samuel Santoso (seniman wayang beber), dan Dwi Woro Retno Mastuti, dengan moderatorAlfian Siagian S.S, M.Hum.

