Pondok Pesantren Al-Musthofa Garut, Jawa Barat, kembali menyelenggarakan pengajian rutin malam Senin pada Minggu (18/7/2026) di Masjid Al-Musthofa. Kegiatan yang dimulai bakda Isya tersebut diikuti oleh para santri serta masyarakat sekitar, baik kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak. Sejumlah jemaah juga tampak membawa anak-anak mereka untuk turut mengikuti pengajian.
Acara diawali dengan pembacaan Ratib Al-Attas yang dipimpin langsung oleh Ustaz Umar Abdul Aziz selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Musthofa Garut. Setelah itu, jemaah bersama-sama melantunkan selawat serta syair berbahasa Sunda yang menambah kekhusyukan suasana malam pengajian.

Selanjutnya, Ustaz Umar membacakan ayat suci Al-Qur’an yang disimak dengan khidmat oleh seluruh hadirin. Dalam sesi mau’izhah hasanah, Ustaz Umar mengawali nasihatnya dengan mengajak jemaah untuk menata niat dalam setiap ibadah semata-mata demi mengharap keridaan Allah SWT.
Menurutnya, pertemuan pada bulan Safar merupakan kesempatan yang baik untuk menimba ilmu dan memperbanyak amal saleh. “Mudah-mudahan apa yang kita pelajari bersama malam ini diberkahi oleh Allah SWT,” tuturnya.
Dalam ceramahnya, Ustaz Umar menekankan pentingnya menjaga salat, khususnya melaksanakan salat pada awal waktu, seperti kandungan Surat Thaha ayat 132 yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dengan penuh kekhusyukan dan kesabaran.
Ustaz Umar juga mengingatkan bahwa menunda-nunda ibadah dapat menjadi sebab kesempitan hati dan menjauhkan seseorang dari keberkahan. Mengutip penjelasan dalam Kitab Irsyâd al-‘Ibâd, disampaikan bahwa meninggalkan atau meremehkan salat termasuk dosa besar dan memiliki konsekuensi berat, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain membahas salat, Ustaz Umar turut menyinggung tujuan pernikahan dalam Islam. Menurutnya, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling melengkapi dalam ikatan pernikahan sehingga tercipta ketenangan dan kasih sayang, bukan untuk saling menyakiti atau merusak cinta yang telah dibangun.
Ustaz Umar juga mengingatkan kepada jemaah agar menjauhi ghibah dan tidak mudah mempercayai perkataan buruk tentang orang lain. “Jangan pernah menceritakan keburukan orang lain dan jangan pula senang mendengar keburukan yang disampaikan orang lain,” pesannya.
Dalam upaya menghidupkan akal dan memperbaiki kehidupan, Ustaz Umar menyampaikan tiga hal yang perlu diperhatikan setiap Muslim, yaitu mencari bekal untuk kehidupan akhirat, berikhtiar dan berusaha sebelum bertawakal kepada Allah, dan mencari rezeki dengan cara yang halal dan baik.
Di pengujung pengajian, seluruh jemaah didoakan senantiasa diberikan kesehatan, dipanjangkan umur dalam ketaatan, serta diistiqamahkan di jalan kebenaran. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan istighfar bersama dan doa untuk keselamatan serta keberkahan seluruh kaum Muslimin.
