Pesantren dan Isu Gender

Feminisme mengekang perempuan untuk dicap buruk jika terlampau agresif. Standar kecantikan perempuan diukur dari kelemahlembutannya. Mengorbankan dirinya demi kepentingan pasangan, keluarga, dan kelompok lebih besar lainnya. Perempuan bersolek (berdandan) bukan untuk kenyamannya dan kepantasan, melainkan memenuhi hasrat kepentingan lelaki agar tertarik padanya. Apa pun aktivitasnya disandarkan pada kebutuhan lelaki, perempuan selalu dijadikan objek.

Kodrat manusia adalah bersikap dinamis, namun budaya patriarki yang menuntut perempuan bersikap statis. Perempuan selalu dianggap dalam posisi lemah dan tidak pantas mengambil kebijakan. Padahal, perempuan adalah penerus ideologi kehidupan. Mereka yang menciptakan (melahirkan) spesies manusia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lu Yu-Lan menjelaskan bahwa emansipasi perempuan pada dasarnya adalah upaya transformasi yang melibatkan seluruh elemen yang membentuk masyarakat. Perempuan membutuhkan tiga aspek dalam memperjuangkan statusnya, yakni jaminan negara agar keluar dari mitos yang memenjarakannya, menghargai pekerjaan domestik maupun publik, dan pemberdayaan keluarga.

Gender merupakan perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang dibangun oleh masyarakat atau kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya dan struktur sosial yang berbeda-beda di setiap daerah, suku, negara, dan agama. Konflik yang terjadi dalam keluarga lebih disebabkan oleh konstruksi sosial dan kultural yang dipahami dan dianut oleh masyarakat yang tidak didasarkan pada asas kesetaraan gender.

Isu Gender di Pesantren

Isu kesetaraan gender dalam kajian keislaman memang merupakan masalah kekinian. Namun, dari telaah terhadap Al-Quran diperoleh gambaran bahwa perspektif gender mengacu kepada semangat dan nilai-nilai universal. Begitu kuat pengaruh tafsir agama yang timpang mengenai gender dalam beberapa kitab klasik menyebabkan pesan Al-Quran tentang nilai-nilai kemanusiaan universal dari kesetaraan laki-laki dan perempuan terlewatkan dari pemahaman umat.

Tinggalkan Balasan