Pesantren dan Relasi Sosialnya

Artinya, untuk mendekati masyarakat dan berbaur dengan masyarakat, sebagai warga pesantren seharusnya tidak menutup diri dengan tradisi yang ada di lingkungan masyarakat, selagi tidak menyalahi ibadah mahdloh.

Hal ini menjadi salah satu bentuk dakwah pesantren Baitul Karim, agar setiap elemen masyarakat, golongan apa pun, atau organisasi apa pun bisa masuk dan berbaur dengan satu tujuan, yaitu kemaslahatan umat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Apakah tidak ditentang? Tentu banyak yang pro dan kontra. Begitulah kehidupan. Tetapi perlu kita anggap biasa-biasa saja. Karena puncaknya adalah keindahan dan cinta. Semakin didekati dengan cinta, maka langkah dan goalnya adalah keindahan.

“Gusti Allah itu suka keindahan. Jadi jangan dibuat kondisi hari ini menjadi suram oleh ragam berita dan ketakutan-ketakutan. Buatlah menjadi proses yang indah, karena semakin legawa dan pasrah kepada Tuhan yang dibarengi dengan usaha yang maksimal, maka cinta-Nya akan membuat keindahan dalam kehidupan kita,” demikian pesan Kiai Ahmad Fahrurrozi sebelum menutup doa bersama.

Dari sini saya melihat, bahwa pesantren adalah bagian dari kehidupan sosial, subjeknya adalah masyarakat, lembaganya adalah kehidupan, sehingga perlu kiranya antara pesantren dan masyarakat bersinergi dengan baik. Tidak mementingkan dan menonjolkan ego masing-masing.

7 Replies to “Pesantren dan Relasi Sosialnya”

Tinggalkan Balasan