Selama ini, dalam pandangan masyarakat umum, santri hanya dianggap ahli dalam bidang keagamaan saja. Misalnya, santri dipandang cakap dalam hukum agama, bisa khutbah, ahli suwuk, ahli mimpin tahlil, sampai ahli imamuddin (modin).
Namun sesungguhnya santri lebih dari itu. Dari didikan dan kebiasaan santri di pesantren, dan fasilitas yang selalu terbatas, muncul banyak para santri yang memiliki ide-ide inovatif, mulai dari yang berkhidmah menjadi kuli bangunan atau menjadi tukang bangunan, menjadi guru, menjaga koperasi pondok, menjadi tukang masak di dapur, sampai menjadi pengurus pondok. Dan masih banyak kegiatan lainnya selain kegiatan wajib, yaitu mengaji. Tanpa disadari, hampir semua kegiatan atau aktivitas sosial ada di pesantren, (lha wong namanya saja miniatur kehidupan masyarakat) seakan santri sudah terbiasa dengan kebiasaan yang dijalani masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

