Dikenal sebagai tokoh Sunni yang berpengaruh pada masanya, Habib Hasan memiliki banyak murid dan relasi dari kalangan Sunni. Sehingga, sebagai penggerak berdirinya PPIP Azzahra, pondok tersebut memiliki sanad keilmuan yang sama dengan Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki (masyarakat mengenalnya Pondok Al-Maliki Koncer). Keduanya sama-sama pernah berguru kepada Al-Habib As-Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas bin Abdul Azis Al- Maliki Al-Hasani. Ia merupakan seorang ulama besar Ahlusunnah wal Jamaah dari Mekkah yang terkemuka.
Ditulis dalam sebuah catatan Biografi Syarifah Nafisah, bahwa ia mendapatkan amanah dari Al Habib As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al- Maliki untuk mengajarkan sebuah kitab yang telah diberikan, di antaranya ialah Mahabbah Rasulillah dan Mahabbbah Ahlil Bait.

Dengan demikian, Pondok Pesantren Islam Putri Azzahra merupakan salah satu pondok pesantren berpaham Ahlusunnah wal Jamaah yang tetap mempertahankan nilai-nilai Sunni di tengah pluralitas kegamaan yang ada. Hal ini didukung oleh baground pemimpin dan para asatiznya yang mengajar. Lebih-lebih penggeraknya adalah Habib Hasan bin Salim Barakwan serta KH Abdul Halim Shiddiq yang merupakan tokoh-tokoh Ahlusunnah wal Jamaah yang terkemuka.
Selain itu, peran yang telah diberikan oleh PPIP Azzahra juga menjadi episentrum keilmuan dan benteng aliran Sunni bagi masyarakat sekitar. Ini membuktikan bahwa PPIP Azzahra memang layak disebut kiblatnya Sunni di Kampung Arab Bondowoso dan sekitarnya.
