Pesantren: Ruang itu Ingin Diberi Makna Baru

Di permukaan, Pasar Genjing adalah ruang fisik yang diperebutkan tersebut. Akan tetapi, ada sesuatu di sebalik itu. Sutradara dan penulis skenario Amanah Wali 4 yang tayang selama bulan Ramadan 2020 tersebut terlihat memiliki ideologi tertentu. Bukan ruang fisik benar yang ingin dimakna, melainkan ruang psikologis. Ruang psikologis tersebut adalah pesantren.

Henri Lefebvre mengatakan bahwa sebuah ruang dapat diperebutkan. Pertarungan dimulai dengan cara memberi konsep atau conceiving pada ruang tertentu. Dalam konteks tayangan Amanah Wali 4, terdapat upaya ideologis penulis skenario/sutradara untuk memberi makna baru pada kata pesantren. Apoy dan ketiga temannya adalah representasi dari pesantren dalam konteks tayangan itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Benar. Apoy dan kawan-kawan adalah alumni pesantren. Katakanlah, mereka adalah alumni pesantren dalam pengertian yang komplit; sebagai sebuah subkultur, pesantren sebagai sebuah cultural identity, pesantren sebagai sebuah sistem pendidikan yang khas. Akan tetapi, apa yang muncul dari diri tokoh yang mereka mainkan, meskipun atas nama diri mereka sendiri, adalah sesuatu yang berseberangan dengan identitas cultural mereka sendiri sebagai alumni pesantren. Diri tokoh yang mereka mainkan adalah refleksi dari diri sutradara/penulis skenario.

Tinggalkan Balasan