Pesantren Salaf Hari Ini

Sebenarnya ini menjadi persoalan penting. Sebab, kebutuhan masyarakat saat ini relatif berubah. Kecanggihan teknologi memang sudah seharusnya dimanfaatkan. Hal itu tidak lain agar sistem pembelajaran pesantren seimbang dengan perkembangan zaman. Hingga kemudian kita tidak hanya melihat santri yang berprestasi dalam bidang keagamaan saja, melainkan juga mendobrak dunia sains, olah raga, teknologi, dan lain-lain.

Apa Kabar Pesantren Salaf?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bagi yang belum tahu, pesantren salaf merupakan pesantren yang masih menganut sistem kuno (baca: asal). Sesuai dengan namanya, salaf/salafiyah, pesantren ini (secara umum) hanya mempelajari kitab-kitab klasik. Sementara, pelajaran umum seperti matematika, bahasa Inggris, dan lainnya tidak ada. Bahkan, sejauh penulis memandang, dikhotomi keilmuan di pesantren salaf sangat pekat.

Menilik pada salah satu pesantren salaf di Kabupaten Sumenep (tanpa saya sebut nama) yang sampai saat ini tidak tersentuh keilmuan umum sama sekali. Bahkan, menurut santrinya, pesantren melarang santri membaca buku fiksi seperti novel.

Jika kita melihat kebanyakan pesantren sudah membumbui sistemnya dengan ilmu umum, di pesantren tersebut justru hanya belajar kitab kuning. Sebenarnya tidak ada yang salah, kitab kuning patut diakui sebagai elemen vital dalam keilmuan. Namun, akan lebih baik sepertinya jika diimbangi dengan disiplin ilmu lainnya.

Dari atribut salafnya, sebenarnya perlu jika pesantren-pesantren salaf juga disejajarkan dengan pesantren modern. Meskipun pastinya tidak sama, setidaknya pesantren salaf juga menjadi pesantren yang tidak kerontang oleh kemajuan.

Saya husnudzon saja, jika beberapa pesantren salaf masih tetap kokoh menganut salaf murni. Pasti ada beberapa alasan yang sudah dipertimbangkan, beberapa di antaranya, pertama, wasiat sang pendiri. Pendiri pesantren merupakan pemegang tonggak kekuasaan tertinggi. Keberadaannya biasanya paling disegani, dihormati, dan dimuliakan. Bagi santri tulen, penghormatan terhadap guru sangat diutamakan, apalagi kepada pendiri pesantren dan guru sepuh. Ini bukan soal stratifikasi atau membeda-bedakan, namun faktanya kiai sepuh dan pendiri pesantren memang memiliki tempat istimewa di masyarakat.

Jika sudah menjadi wasiat kiai pendiri, yang lain bisa apa. Sebab hal itu bukan sebatas undang-undang atau aturan pesantren, lebih dari itu ada hal yang lebih penting, yaitu penghormatan terhadap wasiat guru.

Kedua, karena pengelola pesantren (baik pengasuh, majelis keluarga, dan lain-lain) yakin bahwa sistem salaf murni merupakan garis aman. Mereka cenderung khawatir pesantren yang dipimpinnya terkontaminasi oleh radiasi luar. Sehingga, sistem tersebut tetap menjadi pilihan.

One Reply to “Pesantren Salaf Hari Ini”

Tinggalkan Balasan