Politik Sipil di Sekitar Masjid

Masyarakat atau generasi muda desa biasanya menjadi penopang siklus industrialisasi di kota terdekatnya. Mereka terserap ke dalam pendidikan dan ekonomi modern dan terputus dari regenerasi pertanian/nelayan. Degenerasi petani/nelayan terjadi di desa-desa sehingga menyebabkan banyak wilayah desa yang secara demografis tidak memadai untuk stabilitas sosial tertentu.

Hilangnya pemuda dari desa menyebabkan posisi-posisi strategis, khususnya masjid sebagai pusat pelestarian konstruk sosial, cenderung isi oleh orang-orang tua dengan resiko kematian tinggi. Pada periode yang dapat ditunggu, kepincangan demografis ini membuka peluang bagi otoritas religius baru yang sepenuhnya asing untuk masuk ke desa tertentu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal ini terjadi, misalnya, di salah satu desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sejak dulu, desa tersebut adalah wilayah pertanian, beserta dengan struktur, konstruk, dan peran sosial ala masyarakat agraris tulen. Pertumbuhan industri dan urbanisasi di kota sebelahnya banyak menyerap tenaga kerja muda dari desa tersebut dalam satu dekade terakhir. Setelah mengalami aneka perubahan, muncul satu kompleks pesantren dengan nama hadrami Timur Tengah di desa tersebut. Banyak anak-anak bergamis lalu-lalang di desa petani ini.

Apa yang terjadi di salah satu desa di Karawang tidak terjadi di desa-desa lain. Profil geografis, sejarah, dan jejaring sosial suatu desa sangat menentukan apakah desa tertentu dapat bernasib seperti desa di Karawang tadi. Sebagian desa ada yang memiliki genetik pesantren yang sangat kuat. Sebagian lain, ada yang merupakan desa yang menjadi rumah bagi aneka kepercayaan ataupun penghayat lokal.

Dan masing-masing tipologi desa memiliki kekhususan jejaring elite masjid beserta reproduksinya masing-masing. Tetapi, pola-pola yang telah dipaparkan di atas, baik kota ataupun desa, pada dasarnya menunjukkan soal pentingnya kesadaran soal bagaimana perubahan sosial berbasis keagamaan dapat dilakukan melalui penyesuaian-penyesuaian struktur, jaringan, dan hierarki sosial yang ada di suatu masjid di suatu daerah.

Tinggalkan Balasan