POSE AYAH DI PONSELKU

rambutnya ikal mengenali hidup pasrah dan berurat.
tanaman moral di sudut kopiahnya menusukkan nyala mata.
kini, aku temukan ponselku menyala
berlukiskan raut tegaknya, memanggul doa-doa
lalu matahari dan musim saling berencana untuk sepakat
tersentak, sontak aku juga meniru yang menguning di sudut
wajahnya
“Panggullah, larilah, di belakang, ayah yang bangun pagi-pagi”
agar zaman merekam wujud kebaktian manusia paling jenius
susup wajahnya, menampi lembaran
meremukkan kepala dauh sepanjang selalu tersiar
retak bengal
ke ketinggian waktumu.

Montorna, 2024.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

MAHABAH

aku tidak sedang lupa
dan teledor
yang aku dahulukan
hanya cinta-Mu Ya Rabb.

2024.

CERMIN

ketika cermin membelahmu jadi dua
rasa ini menjadi abu seketika
bercerminlah:
tataplah dua cermin yang berbeda
seperti melihat kala hulu.

2023.

Ilustrasi: pngtree.

Tinggalkan Balasan