rambutnya ikal mengenali hidup pasrah dan berurat.
tanaman moral di sudut kopiahnya menusukkan nyala mata.
kini, aku temukan ponselku menyala
berlukiskan raut tegaknya, memanggul doa-doa
lalu matahari dan musim saling berencana untuk sepakat
tersentak, sontak aku juga meniru yang menguning di sudut
wajahnya
“Panggullah, larilah, di belakang, ayah yang bangun pagi-pagi”
agar zaman merekam wujud kebaktian manusia paling jenius
susup wajahnya, menampi lembaran
meremukkan kepala dauh sepanjang selalu tersiar
retak bengal
ke ketinggian waktumu.
Montorna, 2024.

MAHABAH
aku tidak sedang lupa
dan teledor
yang aku dahulukan
hanya cinta-Mu Ya Rabb.
2024.
CERMIN
ketika cermin membelahmu jadi dua
rasa ini menjadi abu seketika
bercerminlah:
tataplah dua cermin yang berbeda
seperti melihat kala hulu.
2023.
Ilustrasi: pngtree.
