POTRET PENDOSA

TERLAHIR SUCI

aku dilahirkan
dari doa-doa Ibu

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

mengulum sendiri
luka-luka masa lalu
agar anaknya tumbuh rupawan
tanpa cacat hingga dewasa

aku dilahirkan
di bawah rindang air mata Ibu

menyelamatkanku
dari aborsi tempo hari.
membelaku dari sugesti setan-setan kecil di kepala.

aku telanjur dilahirkan.
hingga Ibu bimbang.
menakar pertanyaan di kepala.

“Dosakah aku, jika membunuhnya saat ini?”
:bayi ini terlahir suci, tapi hasil hubungan gelap dan kotor!

namun, aku terlanjur melahirkannya.
maka, telanjur pula aku mencintainya.

2026.

POTRET PENDOSA

1)
Kemarin,
aku mencungkil dosa-dosa kecil
yang kutabung di laci kanan tempat tidurku

2)
selanjutnya,
kucuci bersih tanganku kanan-kiri.
sebab berlumur dosa akibat mencuri.

3)
hari ini,
aku kehilangan kebaikanku
yang kujaga dalam mimpi
:dan aku terperangah, jika kebaikan itu fatamorgana.

4)
maka,
aku mencuci kaki
dan pergi ke musala kecil di belakang rumah.

lalu, tertidur pulas di sajadah, hingga petang patah

2026.

PEREMPUAN ITU

ingatanku kembali lagi
memaksa tubuhku mengenangnya,
sekali lagi

:perihal perempuan yang kubunuh diam-diam
bulan lalu.

setiap kali kuberjalan
berpapasan dengan perempuan

setiap itu pula wajah mereka merupa wajah perempuan itu

wajah perempuan umur 20 tahun,
mengejarku dimanapun dan kapanpun

di mimpi-mimpiku seminggu ini
di layar hp, WhatsApp, Instagram, dan galeri
di jalanan yang kutempuh sepanjang hari
di meja makan bahkan di kamar mandi.

2026.

GARIS HIDUP

setiap kali kesepian memanggilku
aku ingin punah dari duka dan sedih sepanjang hari

seperti pelancong berjemur di tepi pantai
menemukan bahagianya sepanjang garis pantai di depannya.

setiap kali keramaian datang
aku mengutuk keras duka dan lara datang
menghimpitku: atas bawah depan belakang

seolah-olah,
aku adonan roti di pemanggangan.

setiap kali bimbang menghampiri
sejenak aku ingin mati
tapi, sejenak lagi aku mengurungkan diri

membaca garis hidup,
sepanjang apa aku mencariMu?
sebanyak apa aku mencelaMu?

2026.

Sumber ilustrasi: lukisan Pablo Picasso.

Tinggalkan Balasan