Pesantren At Tahdzib juga menyelenggakaran pendidikan yang cukup lengkap, baik yang pendidikan formal maupun nonformal. Untuk pendidikan formal, misalnya, ada MTs, SMP, MA, SMK, Sekolah Tinggi Agama Islam At Tahdzib (STAIA). Namun begitu, Pesantren At Tahdzib tetap melestarikan sistem pondok salaf dengan pengajian kitab kuning.
Bekerja itu Juga Belajar

Yang khas dari pesantren ini adalah kebijakannya untuk melatih para santri untuk bekerja di luar jam kegiatan belajar atau mengaji. Dan itu sudah berlaku sejak masa-masa awal pesantren ini berdiri. Dulu, para santri bekerja dengan menggarap sawah. Tahun-tahun belakangan, para santri bekerja di berbagai unit usaha yang didirikan oleh pengurus pesantren. Kini, Pesantren At Tahdzib memiliki berbagai unit usaha seperti beberapa koperasi pondok pesantren (kopontren), beberapa toko mulai dari toko bangunan hingga toserba, kantin, usaha pertanian, usaha peternakan, usaha perikanan, dan usaha pertukangan.
Para santri diberi kebebasan untuk memilih unit usaha sesuai dengan latar belakang keluarga serta bakat dan minatnya. Selama turut bekerja di unit-unit usaha pesantren, para santri juga dibekali dengan pendidikan praktis (life skill) sesuai bidang yang dipilihnya. Dengan begitu, selain menguasai ilmu agama, lulusan Pesantren At Tahdzib juga disiapkan sebagai manusia mandiri, memiliki jiwa kewirausahaan, memiliki skill tertentu sebagai bekal hidup di dalam masyarakat.
