Prahara Kenabian

Ternyata di negeri kita, di masa lalu, juga terjadi hal serupa seperti yang menimpa Siti Jenar. Versi yang lebih masyhur menyatakan bahwa tokoh yang kontroversial ini menyalahi pandangan umum kaum muslim yang saat itu sedang berkuasa (para wali). Sidang majlis hakim (para wali sendiri), yang konon mengadili Siti Jenar, ternyata dari hasil kajian mutakhir yang lebih komprehesif (antara lain, Nancy K. Florida) lebih merupakan musyawarah yang meminta penjelasan dari Siti Jenar tentang paham yang dianutnya. Narasi (kebenaran diskurssif) yang kita terima sekarang menjelaskan bahwa Siti Jenar dan ajarannya adalah sesat dan berhasil dibasmi oleh para wali sebagai penanggung jawab agama maupun politik. Tetapi, ternyata besar kemungkinan bahwa para wali itu sendiri ragu (terhadap kesesatan, kebatilan, dan kesalahan Siti Jenar) dan hanya membasminya secara imajinatif.

Untung para wali itu masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan dalam melihat Siti Jenar, sesuatu yang tak terjadi ketika al-Mahdi dan al-Hadi melihat para zindiq. Namun begitu, baik tindakan para wali di Demak, apalagi kebijakan represif al-Mahdi dan al-Hadi, tetap tak menguntungkan dari sudut mana pun, di samping jelas-jelas mengotori suara Tuhan yang semestinya kita agungkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan