Program Santripreneur Kembali Bergulir di Tengah Pandemi

Dijelaskan, Program Santripreneur ini dijalankan dalam bentuk bimbingan teknis dan fasilitasi mesin dan peralatan produksi di lingkungan pesantren. Kali ini, Program Santripreneur diikuti berbagai pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur, di antaranya di Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak.

Terdapat delapan pondok pesantren yang dilibatkan dalam Program Santripreneur kali ini, yaitu Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Pondok Pesantren An Nur II Al Mutadlo, Pondok Pesantren Al Iman, Pondok Pesantren Nuril Anwar, Pondok Pesantren Azzahro’, Pondok Pesantren Al Minhaj, Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, dan Pondok Pesantren Sholihiyyah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Fasilitasi mesin dan peralatan produksi ini kami berikan dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan sebagai unit bisnis yang baru pada pondok pesantren,” ungkap Gati.  Fasilitasi mesin dan peralatan produksi tersebut antara lain di bidang olahan pangan dan minuman, perbengkelan roda dua; kerajinan boneka dan kain perca; konveksi busana muslim dan seragam; daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair, kosmetik dan home care, dan paving block. “Ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat, terutama bagi para santri untuk bersama-sama membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih baik. Oleh karena itu saya mendorong agar para santri selepas lulus dari pondok pesantren tidak hanya menjadi guru di musala atau masjid, tapi juga menjadi seorang Santripreneur,” terang Gati.

Tinggalkan Balasan